Chapter 1

Kyati Sang Pustakawati


“Sudah pernah dengar tentang hantu pustakawati?” bisik gadis itu. Raut wajahnya suram. Suaranya rendah dan terdengar dalam. Dari kejauhan saja, gadis itu mampu membuat bulu kudukku berdiri. Dia cocok sekali menjadi seorang narator. “Kyati, namanya.” Ia tidak tersenyum. Dilihatnya satu per satu temannya sebelum melanjutkan cerita. “Konon, jika kalian menetap di perpustakaan ini sekitar pukul 17.18 hingga 17.23, Kyati akan datang.” Gadis itu memberi jeda beberapa detik. Waktu itu cukup bagi teman-temannya untuk mengecek jam di Hp dan arloji mereka.

“Cerita ini tidak semenakutkan yang kalian kira,” ujar si narator sambil terkekeh setelah melihat teman-temannya merasa resah, “toh Kyati hanya dongeng untuk remaja biar ga berduaan di perpustakaan!” ujarnya untuk mencairkan suasana. Namun, semua sudah terlanjur merasa tegang. “Lalu, apa yang akan dilakukan Kyati, Nur?” tanya si lelaki di sebelah si narator. ainur menatap wajah lelaki itu lekat-lekat. “Kalian beneran pengen tahu?” Ketiga temannya itu saling pandang, seperti sedang merundingkan sesuatu. Tak lama kemudian, mereka mengangguk bersamaan. Mereka setuju untuk membiarkan ainur menyelesaikan ceritanya. “Oke-oke, dengar yah!

“Seseorang bercerita padaku, jika kita berhasil menetap di perpustakaan ini setelah tutup, tepatnya pukul 17.18-17.23, Kyati akan datang. Kyati adalah seorang pustakawati berusia sekitar 20 tahun. Rambutnya panjang dan lurus. Ia selalu mengenakan topeng wajah tersenyum.  Ku dengar, itu karena dia tidak berwajah. Baunya seharum kembang malam. Dia selalu berjalan-jalan pada jam tersebut sambil membawa troli buku. Jika dia menemukanmu tengah berlaku usil di perpustakaan, Kyati akan mengambil mengambil wajahmu. Membuatmu tersesat di dunia roh tanpa identitas. Kau tidak akan berhasil menyebrangi afterlife tanpa identitas. Sehingga kamu hanya akan menjadi roh gentayangan. Tapi, jika dia menemukanmu ketika sedang membaca buku dengan serius, maka-”

CTASSSS!!!

Satu demi satu lampu perpustakaan mati. Hampir saja ketiga remaja ini berteriak dan mengganggu kenyamanan pengunjung lain.  “Maaf atas ketidaknyamanannya. Sudah pukul 16.49, kami akan tutup 11 menit lagi,” ujar sang pustakawan pada semua orang disana. Rupanya perpustakaan akan tutup sebentar lagi. Para pustakawan berharap pengunjung bisa segera meninggalkan ruangan. Kebanyakan segera berkemas dan segera pergi dari sana, hanya beberapa orang saja yang masih tinggal. Keempat remaja itu salah satunya. Mereka sedang asyik mengarang cerita horror dibalik rak-rak buku. aku terkesima mendengar cerita unik mereka. Kuputuskan untuk mendengar ceritanya lebih lanjut dari kejauhan.

“Sebaiknya kita bersiap pulang,” ujar gadis yang mengenakan kacamata cat eye. “Tunggu, kita dengar cerita Nur sampai selesai,” pinta gadis disebelahnya. sang lelaki juga setuju dengannya. Mereka sangat penasaran terhadap kisah Kyati yang barusaja mereka dengar. Ainur menghela napasnya, lalu tersenyum pada mereka. “Baiklah.

“Ketika Kyati menemukan seseorang yang membaca buku hingga perpustakaan tutup, Kyati akan menghampirinya. Kalian akan mendengarnya datang melalui suara roda-roda troli yang dibawanya, juga karena aroma sedap malam yang khas miliknya. Dia akan berdiri tepat di belakang kalian tanpa berkata apapun hingga kalian menyadari kehadirannya. Setelah kalian bergidik ngeri, barulah Kyati akan menyapa dan bertanya, “Halo, adakah buku yang ingin anda baca?” Suaranya akan terdengar jauh. Jangan minta Kyati untuk mengulang ucapannya. Jangan pula mengabaikannya, atau kau akan berakhir menjadi roh tanpa identitas seperti anak-anak usil.

“Kyati akan menawarkan kalian buku dari troli yang dibawanya. Jika kalian sekedar penasaran, tidak apa untuk melihat-lihat buku tersebut. Sebagian besar buku itu adalah buku novel. Ya, novel yang mengisahkan kengerian yang terjadi pada anak-anak nakal setelah mengusili buku di perpustakaan. Tentu saja anak-anak itu sekarang masih menjadi roh gentayangan. Jika kalian beruntung, kalian dapat menemukan buku yang berisi kisah hidup orang-orang hebat dan inspiratif yang pernah dijumpai Kyati. Tapi berhati-hatilah, jangan pernah bertanya mengapa orang-orang sehebat itu namanya tidak pernah terdengar sekalipun. Mereka adalah orang-orang yang memilih untuk dilupakan. 

“Ketika kalian bersama Kyati, waktu tidak berjalan seperti seharusnya. Waktu akan berjalan lebih lambat. Sehingga kalian punya cukup waktu untuk menyelesaikan seluruh buku dalam troli. Kyati memiliki koleksi buku masa depan setiap orang di dunia. Kalian boleh menanyakan tentang buku itu padanya. Jika dia menyukaimu, Kyati akan memberi izin untuk membaca buku masa depan. Berhati-hatilah untuk tidak membaca seluruh buku masa depan. Buku itu dapat membuatmu merasa resah dan gila karena terlalu banyak informasi. Hal terburuknya, kalian dapat terdorong untuk memilih dilupakan dan menjadi roh tanpa identitas. 

“Terakhir, jika sudah puas membaca, katakan pada Kyati bahwa kalian ingin pulang. Maka ia akan menunjukkan pintu keluar tersembunyi dibalik rak buku anak. Pintu itu akan terhubung pada lorong sempit dan gelap. Ikuti perintah Kyati dan jangan menoleh ke belakang jika kalian masih ingin hidup dengan kewarasan. Di ujung, kalian akan melihat cahaya dari pintu gerbang perpustakaan. Setelah keluar dari sana, cepatlah pulang dan mandi. Supaya aroma Kyati tidak terus menempel pada tubuhmu.”

“Maaf, kami akan tutup.” ujar seorang pustakawan kepada keempat remaja itu. Mereka serentak memohon maaf dan bersiap pergi. Dikemasnya barang-barang dan segera dimasukkan ke dalam tas punggung mereka. Sambil bergidik ngeri, mereka berjalan meninggalkan perpusatakaan tua ini.


Aku tidak bisa memastikan apakah mereka ketakutan atau gelisah setelah mendengar kisah Ainur. Mungkin saja mereka tidak percaya. Aku menghela napas. Tempat ini sekali lagi sunyi. Tiada suara dan hanya menyisakan cahaya remang-remang dari luar. Semua orang sudah keluar dari perpustakaan. Tersisa hanya diriku, seperti biasanya. Ku berjalan menelusuri lorong gelap ini, ditemani troli dan buku-buku novel milikku. Kulihat sosoknya masih disini, Ainur. Dia masih membaca buku di pojok seperti biasanya. Gadis yang baik. Aku menyukainya. Kudorong troli ini mendekatinya, “Halo, adakah buku yang ingin anda baca?”

Dengan senyuman, gadis itu menjawab, "Ada buku spesial apa yang ada hari ini, Kyati?"

-TAMAT-

Comments

Loading comments…